Gondang – Setelah penanaman perdana bibit durian sebagai bagian dari Program NGGON SAHDU (Gondang Satu Rumah Satu Durian), upaya memastikan keberlanjutan program mulai dilakukan melalui kegiatan monitoring bibit durian di Desa Krondonan pada Rabu (05/08/2026).
Kegiatan monitoring hari pertama ini dilaksanakan oleh Kecamatan Gondang bersama Lingkar Pandan, Pertamina EP, Alas Institute, serta mahasiswa KKN Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro. Monitoring dilakukan untuk melihat kondisi awal dan perkembangan bibit durian yang telah ditanam sekaligus memastikan proses perawatan dapat dilakukan dengan baik.
Tidak hanya melakukan pengecekan kondisi tanaman, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat terkait perawatan bibit pada masa awal pertumbuhan. Tahap awal setelah penanaman menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar bibit dapat beradaptasi dengan lingkungan dan tumbuh secara optimal.
Monitoring secara berkala diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan tanaman sejak dini, sekaligus memastikan semangat gerakan Satu Rumah Satu Durian tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut hingga tanaman tumbuh dan menghasilkan.
Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, komunitas, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam pengembangan NGGON SAHDU. Dengan pendampingan dan perawatan yang berkelanjutan, bibit-bibit durian yang ditanam diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Melalui langkah sederhana berupa penanaman dan perawatan yang konsisten, NGGON SAHDU terus diarahkan untuk menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kecamatan Gondang sebagai kawasan agrowisata durian premium yang berkelanjutan.